Beberapa Penyakit Yang Bisa Menyebabkan Rambut Rontok

Setiap orang pasti akan mengalami kerontokan rambut. Kerontokan rambut merupakan proses alamiah. Rata-rata tiap orang akan kehilangan 50 sampai 100 helai rambutnya. Rambut rontok untuk jumlah tersebut masih dapat dikatakan normal.

penyebab rambut rontok

Namun hati-hati, penyebab rambut rontok parah dan berlebihan bisa berarti penyakit. Seperti dikutip dari Prevention, terdapat 9 penyebab dari kerontokan rambut yang parah :

Setelah kehamilan, telogen effluvium

Telogen effluvium merupakan fenomena yang terjadi Setelah perihal di atas terjadi, wanita yang mengalami telogen effluvium akan mengalami kerontokan rambut pada enam minggu sampai 3 bulan. Pada puncaknya, seseorang dapat kehilangan rambut hingga segenggam tangan. Saat seseorang mengalami telogen effluvium, siklus rambut dari pertumbuhan sampai kerontokan bakal lebih tidak lambat daripada kondisi normal. Ciri-ciri rambut rontok lantaran penyakit ini merupakan adanya telogen berbentuk seperti lampu pada rambut yang rontok. Kalau mau kerontokan ini usai, cegah stress!

Keturunan

Kerontokan yang diakibatkan oleh keturunan dikenal dengan nama androgenetic alopecia. Berdasarkan American Academy of Dermatology, kerontokan lantaran turunan dikenal sebagai penyebab paling umum. Gen rambut rontok bisa didapat dari papa, ibu maupun saudara mereka. Lantaran keturunan bakal mengalami penipisan rambut di belakang poni, dermatologis dari Montefiore Medical Center, Pamela Jakubowicz, mengatakan, wanita yang mengalami kerontokan rambut Hal itu bakal dimulai pada usia 20-an. Pamela menyarankan penggunaan minoxidil (Rogaine) pada kulit kepala 2  kali sehari.

Saat badan memproduksi hormon tiroid yang terlalu sedikit, hipotiroid

Hipotiroid terjadi Padahal hormon tiroid membantu proses metabolisme, detak jantung dan pemugaran mood. Hipotiroid menyebabkan kegemukan, kelelahan, konstipasin depresi dan tidak mudah berkonsentrasi. Rambut, kuku, dan kulit juga bakal mudah pecah.

Kepala obat-obatan molekular, metabolisme dan endokrinologi di Universitas Charles Drew, Theodore C. Friedman menyebut, hipotiroid umumnya terjadi pada wanita di usia 50. Hipotiroid bisa diketahui dengan menjalani tes darah.

Lupus

Lupus dikenal sebagai penyakit autoimmune kronis yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh yang bugar. Penyakit ini menyebabkan kelelahan, sakit kepala, nyeri sendi dan sariawan. Penderita lupus umumnya mengalami kerontokan rambut saat berkeramas dan menyisir rambut. Direktur Divisi Reumatologi di Washington Hospital Center, Arthur Weinstein, mengatakan, dalam kondisi yang parah, penderita lupus bakal mengalami kerontokan rambut secara bergerombol yang disertai dengan iritasi pada kulit kepala. Kalau kerontokan disertai nyeri sendi, dia menyarankan untuk menemui reumatologis

Anemia

Wanita yang tengah mengalami menstruasi atau kurang asupan makanan yang mengandung zat besi mampu mengalami kekurangan sel darah merah yang mengangkut oksigen ke semua tubuh. Gejala kurang darah yang diakibatkan kurangnya zat besi akan mengalami kelelahan, lemah, kulit pucat, sakit kepala, tangan dan kaki yang dingin serta kerontokan. Kalau mengalami anemia, makanlah makanan yang mengandung tidak sedikit zat besi seperti daging sapi, ikan, sayuran berdaun hijau, sereal, dan kacang-kacangan. Wanita membutuhkan delapan belas mg zat besi per hari.